Tradisi Ruwahan Yang Selalu Melekat

Tradisi Ruwahan Yang Selalu Melekat

Di Indonesia ada beberapa tradisi yang sering dilakukan oleh umat Islam saat menjelang Bulan Ramadhan. Salah satunya yaitu nyadran atau ziarah ke makam keluarga.

Tradisi nyadran sudah dimulai pada zaman Hindu-Budha. Nyadran berasal dari bahasa jawa Sansekerta “sraddha” yang mempunyai arti keyakinan, dalam bahasa jawa nyadran berasal dari kata Sadran yang memiliki arti ruwah, syakban. Tradisi nyadran awalnya dilakukan pada zaman Ratu Tribuana Tunggadewi, raja ke tiga Majapahit. Pada jaman tersebut Ratu Tribuana ingin melakukan ritual doa kepada sang ibunda Ratu Gayatri, dan roh nenek moyangnya. Untuk keperluan itu dipersiapkanlah aneka rupa sajian untuk di dermakan. Sepeninggal Ratu Tribuana, tradisi ini dilanjutkan juga oleh Prabu Hayam Wuruk.

Dimasa penyebaran agama Islam, oleh Wali Songo tradisi tersebut kemudian di adopsi menjadi upacara nyadran yang bertujuan untuk mendoakan orang tua di alam baka.

Kegiatan yang biasa dilakukan saat Nyadran atau Ruwahan yaitu :

  1. Membersihkan dan merawat makam leluhur, salah satunya dengan cara seperti mengecat tembok pagar makam, membersihkan semak-semak, mengelap bagian kijing yang sudah kusam, atau MENGGANTI KIJING LAMA DENGAN YANG BARU.
  2. Melakukan ziarah ke makam leluhur untuk mendokan keluarga yang telah tiada.
  3. Kenduri, dengan pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, dan doa yang kemudian biasa ditutup dengan acara makan bersama.

Pada acara Nyadran, berbagai bunga ditabur diatas makam orang-orang yang mereka cintai. Nyadran seringkali disebut “nyekar” (sekar = bunga). Keindahan dan keharuman bunga menjadi simbol untuk selalu mengenang semua yang indah dan baik dari mereka yang telah mendahului.

Tradisi ruwah biasanya diakhiri dengan acara “padusan” guna membersihkan diri lahir dan batin untuk memasuki bulan Ramadhan.

Tradisi di bulan ruwah pada intinya melambangkan kesucian dan rasa sukacita memasuki ibadah puasa.
Bagi anda yag ingin memperbaiki tempat makam almarhum / almarhumah tercinta dengan tempat makam yang lebih bagus dengan menggunakan marmer sebagai tempat kijingannya. Sebagai tempat peristirahatan selama-lamanya bagi orang-orang tercinta, usahakan memberikan kesan yang terbaik. Berikan nuansa yang indah dan kesan sejuk untuk makam tersebut.
Kijing yang bagus adalah kijing yang berbahan dasar batu marmer atau granit. Batu alam marmer ini mempunyai kelebihan yaitu tahan segala cuaca panas dan dingin, tahan api, tekstur yang kuat, corak marmer yang indah dan unik, serta awet tahan lama hingga bertahun-tahun.

Solo Marmer Group jual marmer dan granit murah dengan kualitas terbaik. Kunjungi dan buktikan sekarang di beberapa kantor cabang kami :

SOLO
Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.58 Solo ( Utara Solo paragon )
Jawa Tengah – Indonesia
SOLO +622717654321 WA +6285700000200

YOGYAKARTA
Jl. Raya Solo KM 10,3 Yogyakarta ( Timur Bandara )
Jawa Tengah – Indonesia
JOGJA +62274496451 WA +6285700000300